huh, kamu tak sama dengan ku.kamu seperti dia, yang sangat kutaksenangi
dalam hati aku bertanya.
sama apanyaaa? beda apanyaaa?
siapa dia? mengapa kaubenci??
aku anak burung
bayi.
tak dapat terbang sama sekali.
kutelurusi jalan ke belakang.
wah, ternyata.
ia dibenci karena perlakuan yang sama.
bukan.
bukan perlakuannya.
tpi seorang dihidupnya.
karena ada,
maka ada.
karena itu,
pasti akan itu.
aku jalan kembali ke tempatku tadi.
sigap di depan seorang.
balik berpikir.
bukankah seorang dari yang kau benci adalah sama dengan kau.
hanya saja berpanggung di pentas yang berbeda.
tidak ada yang adil.
jika aku berkata:
ajari aku.
maka seorang:
maafkan aku.
padahal kepada lelaki itu:
ayo. dengan senang hati.
jika aku berkata:
temani aku.
maka seorang:
tak bisa. ada lelaki ku di sini. aku sibuk.
padahal kepada lelaki itu:
engkau harapanku, apa saja kulakukan untukmu.
jika aku (tak)berkata:
tolong, berikan satu lagi.
maka seorang:
tak bisa. kau sudah ada.
padahal kepada lelaki itu:
ini.kuberikan lagi.
banyak sekali tanda tanya.
berenang ke sana ke mari.
sungguh indah mereka.
tapi mengganggu.
beberapa perenang itu antara lain:
1.sang seminggu-menyusu
2.sang diasuh orang
3.sang sendiri
4.sang peliharaan babysitter
5.sang sekolah murni
6.sang segala les mandiri
7.sang teknologi ketika beranjak
8.sang menyimpan segalanya sendiri
bandingkan dengan perenang-perenang di kepala si lelaki:
beberapa perenang itu antara lain:
1.sang berbulan-menyusu
2.sang diasuh murni
3.sang ditanggung
4.sang peliharaan seorang
5.sang sekolah palsuu!!
6.sang segala les dengan seorang di sampingnya
7.sang teknologi ketika belum mengenal
8.sang dikuak oleh seorang
anda mengenal busur?
dengan derajat di setiap sisi tak-terhingganya?
ya. dapat kau bendingkan perenang-perenangku
dengan perenang-perenang lelaki itu.
lebih dari 1 milyar derajat.
kedelapan perenang yang kukenal (yang lain belum kenalan :p )
mengatakan sesuatu yang baik
carilah apa yang baik,
agar kau dapat memberikan yang baik
kepada seorang
agar seorang menoleh kepadaku.
hanya menoleh saja.
namun,
apa yang seorang lihat.
ia tak hanya menoleh,
tetapi memperhatikan.
wah senangnya,
bukan.
seorang memperhatikan kegagalanku dalam mencari yang baik.
arrghh! kenapa tak kau lihat saja usahaku?
sekarang seorang berpaling dari lelaki itu.
menghampiriku.
lup pencari kebaikanku diambilnya.
sambil berpaling ke lelaki itu lagi.
sampai saat ini.
seorang belum menoleh.
mengerti.
bahkan tak menyadari.
aku menulis kata-kata keset ini.
bodoh.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar